# Hari Ketujuh belas:
Nafasmu telah ditentukan dan dihitung dalam takdir. Langkah kakimu, kedipan matamu, suara yang keluar masuk dalam telingamu, gerak-gerik bibirmu, ciuman hidungmu, rabaan tanganmu, bahkan gerak-gerik hatimu, semua dalam catatan-Nya. Alangkah sia-sianya jika semua itu digerakkan Allah, sementara dirimu tidak menyertai-Nya dengan dzikrullah.
# Hari Kedelapan belas:
Jangan gelisahkan, jangan takutkan, apa yang berlalu dan yang akan datang. Karena bila kita lihat diri kita sendiri, amal perbuatan kita sendiri, ibadah dan taqarrub kita selama ini, hati penuh luka, rasanya tak berarti apa-apa di hadapan-Nya. Tapi, jika kita lihat rahmat, fadlal dan anugerah-Nya, serasa apa pun semua bermakna indah, agung, luhur dan betapa besarnya.
# Hari Kesembilan belas:
Pintu-pintu surga telah dibuka sejak awal bulan ini. Pintu-pintu neraka ditutup sejak memasuki bulan ini, syetan dibelenggu. Masukilah pintu-pintu-Nya dengan seluruh kebajikanmu, ubudiyahmu, taqarrubmu. Jangan ada nafsu yang menghambat jalanmu.
# Hari Kedua puluh:
Kedekatan Rasulullah SAW, denganmu, seperti air dalam pohon, yang meliputi seluruh batang, akar, cabang, daun, bunga dan buah. Tak ada yang tidak dialiri oleh air itu. Jika pohon jiwamu terasa kering, karena jejak-jejaknya tak kau ikuti, ucapan-ucapannya tak kau hiraukan, peringatan-peringatannya kau abaikan. Karena itu, jangan abaikan lagi Sholawat Nabi.
# Hari Kedua puluh satu:
Sungguh mengherankan, di hari-hari yang sudah seperti ini, situasi dan kondisi ummat sudah kayak begini, masih ada saja orang-orang yang terus menerus memanipulasi Ilahi untuk kepentingan diri, golongan dan keluarganya serta kekuasaannya. Di hari-hari seperti ini pula, sungguh mengherankan masih banyak orang yang mengeluh, ngresulo, tidak bersyukur dan ridlo kepada-Nya.
Hari Kedua puluh dua:
Nyalakan lampu-lampu di seluruh rumahmu, kamar-kamar jiwamu, bilik-bilik hatimu, melalui arus ruhanimu yang digerakkan oleh dzikirmu. Jangan biarkan cahayamu byar pett.
# Hari Kedua puluh tiga :
Bacalah semua kehidupan nyata ini sebagai ayat-ayat Allah. Bulan ini al-Qur’an turun di malam Lailatul Qadar bukan? Bacalah keseharian yang kau lihat, yang kau dengar, yang kau raba, yang kau rasakan, sebagai huruf-huruf yang menyusun kata, kalimat, ayat dan surat. Agar di mana pun, kemana pun, situasi apa pun, pandangan hatimu tak bertoleh kepada selain Allah.
# Hari Kedua puluh empat:
Lihat pula seluruh semesta, jangan sampai kau lihat yang tampak nyata, lihatlah yang ada di balik yang tampak itu. Di sana ada Afa’al Allah, Asma Allah dan Sifat Allah. Jika yang tampak nyata masih tampak jelas, maka sesungguhnya yang tampak itu telah menghijab dirimu dengan-Nya.
# Hari Kedua puluh lima:
Hidupkan malam-malam tersisa ini dalam terang benderang Cahaya-Nya. Hidupkan siangnya, dalam menahan terus apa pun selain Diri-Nya. Hidupkan pagi dan sore, sore dan hingga pagi, dalam getaran dzikir dan tasbihnya. Hidupkan semuanya, agar hatimu tidak mati!
# Hari Kedua puluh enam:
Jawablah Surat-surat Cinta-Nya kepadamu, dengan jawaban hatimu, dari tinta Sirr (rahasia jiwamu) paling dalam. Mungkin tak ada lagi kata atau sebersit yang tersirat karena jawabanmu adalah kefanaanmu, dan surat-surat-Nya adalah kebaqaan-Nya yang menarikmu menuju pada-Nya.
# Hari Kedua puluh tujuh:
Oh pintu ma’rifatullah terbuka. Allah jua yang mema’rifatkanmu, bukan dirimu. Jangankan kau kenal diri-Nya, mengenal dirimu saja selalu buntu. Bolehlah kau mengenal dirimu, jika akhir pengenal akan dirimu tak lebih dari debu yang berterbangan, hingga kau mengenal Tuhanmu tanpa batas dan tiada tara. Allahu Akbar!
# Hari Kedua puluh delapan:
Allah Allah Allah… Semuanya tanpa kecuali. Allah Allah Allah… Semuanya tanpa henti. Allah Allah Allah… Semuanya cahaya-Nya. Allah Allah Allah… Semuanya tiada kecuali Wajah-Nya…
# Hari Kedua puluh sembilan:
Besok hari raya bukan. Hari kemerdekaan yang hakiki. Hari segalanya penuh takbir, tasbih dan tahmid. Hari lahir kembali. Lalu jangan lagi ada noda, luka, aniaya diri sendiri. Jika masih ada dendam pada diri sendiri, jika masih ada emosi pada sesams, jika masih ada keraguan atas rahmat dan anugerah-Nya, segeralah bersihkan dengan permohonan yang total pada-Nya.
Oleh: KH. M. Luqman Hakim
Lembaga Amil Zakat dan Infaq Al-Ma'un Sadar Berbagi …